Hapuskan Pungutan Sekolah

Oleh wirnadianhar
Senin, 07 Juli 2008 06:26:39 Klik: 2037 Cetak: 751 Kirim-kirim Print version download versi msword

Para orangtua murid mengharapkan tahun ajaran baru ini tidak ada lagi pungutan yang memberatkan dilakukan pihak sekolah. Berdasarkan pengalaman tahun lalu, biaya pendidikan untuk masuk SMP dan SMA mencapai jutaan rupiah. Meskipun diawali dengan kata sepakat dalam rapat komite, namun hal tersebut sudah menjadi lumrah sehingga wali murid yang tidak mampu enggan untuk membantah. Hingga saat ini pihak sekolah menyatakan uang pendaftaran ulang bagi siswa masih dalam tahap pembahasan. ”Memang tidak ada yang gratis saat ini termasuk pendidikan, namun saya berharap agar saat pendaftaran ulang nanti, biayanya tidak terlalu mahal. Apalagi secara pribadi saat ini saya memiliki dua orang anak yang baru masuk sekolah, satu SMP, satunya lagi SMA. Saya berharap, pihak sekolah juga menjual seragam sekolah dengan harga terjangkau,” ujar Ani (48) kepada Padang Ekspres saat akan mengurus pendaftaran anaknya di salah satu SMA favorit di Kota Padang.

Berdasarkan informasi dari salah seorang tetangga, ia mengatakan tahun ajaran  baru 2007/2008 dibutuhkan biaya hingga Rp 1,5 juta bahkan lebih untuk mendaftar di SMA favorit. Uang sebanyak itu belum termasuk seragam sekolah. Dana yang sebagiannya dipungut saat pendaftaran ulang digunakan untuk pembangunan sekolah, dan atas kesepakatan orangtua siswa.

Kondisi tersebut membuatnya khawatir, sebab jika hal itu terulang saat pendaftaran ulang tahun ini, berarti dirinya harus mencari pinjaman uang. Ia hanya lah pegawai golongan rendahan, sehingga Tunjada yang didapat hanya cukup untuk biaya satu pendidikan anak saja.

Wakil Kepala Sekolah SMAN1 Padang, Ramadhansyah saat dihubungi koran ini mengatakan bahwa pihaknya baru akan membicarakan masalah keuangan, Rabu (9/7) mendatang. Pembicaraan masalah keuangan ini dilakukan bersama pihak sekolah, komite sekolah dan walimurid. Untuk pendaftaran ulang hingga saat ini masih belum ada pungutan apapun, siswa hanya membawa formulir pendaftaran saja.

Sementara, Kepala Sekolah SMPN I Padang, Nurben menjamin SMPN I Padang tidak melakukan pungutan saat pendaftaran ulang. Pembicaraan tentang masalah keuangan baru akan dibicarakan, setelah siswa melakukan PBM. Itupun ada kelonggaran bagi siswa tidak mampu, jika memang tidak mampu membayar, dengan syarat mesti menunjukkan bukti administratif.

Sedangkan untuk seragam sekolah, pihaknya berusaha memberikan harga di bawah harga pasaran. Meskipun demikian tidak ada paksaan, jika siswa tidak ingin membeli.“Tidak ada pungutan apapun saat pendaftaran ulang bagi siswa, bagi orangtua siswa yang dipungut biaya oleh oknum guru, segera laporkan kepada saya,” tegasnya.

Awasi 66 Sekolah

Kemudian mengenai adanya indikasi pungutan pungutan liar saat memasuki tahun ajaran baru 2008/2009, Badan Anti Korupsi (BAKo) Sumbar mengawasi 66 sekolah SD, SMP dan SMA di Kota Padang. Pengawasan dilakukan mulai saat daftar ulang gelombang I tanggal 7 -9 Juli ini. BAKo mengindikasikan bakal banyak terjadi pungutan di luar ketentuan yang dibebankan kepada orangtua siswa.

“Kita akan awasi 40 SD, 20 SMP dan 16 SMA yang ada di Kota Padang. Hasilnya akan kita teruskan ke ICW (Indonesian Corruption Watch) di Jakarta. Orangtua yang merasa dibebankan atau dipaksa, kita minta untuk melapor ke BAko,” jelas Koordinator Divisi Pelayanan Publik BAKo Sumbar Yunasti Helmi.

Dikatakan Yunasti, sekolah tidak dibenarkan memungut uang komite sebelum rapat komite dilaksanakan. Sebelum seorang siswa resmi bersekolah di sekolah terkait, maka orangtua mereka belumlah menjadi anggota komite. Tak hanya itu. Bako juga berjanji menindaklanjuti keluhan orangtua yang dibebankan biaya di atas kemampuan ekonomi mereka, meski sekolah berdalih telah melalui kesepakatan komite.

“Selama ini orang tua tidak dapat menolak pungutan tersebut. Karena mereka didesak kebutuhan pendidikan bagi anak mereka hingga tidak punya pilihan lain kecuali melakukan berbagai cara untuk memenuhi. Ini sangat memiriskan,” tegas alumnus Fakultas Hukum Unand tersebut.

Keberadaan pungutan dipertegas dengan surat edaran Dinas Pendidikan yang melarang pemungutan uang komite, penjualan atribut yang dipaksakan hingga pungutan yang tidak masuk akal. Selain itu, untuk pendaftaran SD tidak lagi dipungut karena telah ditanggulangi dana BOS. Yunasti menangkap kesan siswa baru dijadikan komoditi bisnis bagi pihak sekolah.
 “Kita harapkan pihak sekolah dapat memahami kondisi ekonomi masyarakat saat ini. Ditengah-tengah kesulitan akibat kenaikan BBM, kini mereka harus mengeluarkan biaya besar untuk pendidikan anak mereka,” tandasnya. Selain itu BAko juga akan mengawasi adanya sekolah yang mempersulit siswa untuk masuk SD dengan mensyaratkan ketentuan yang di luar peraturan resmi. Misalnya harus lulus ujian, punya ijazah TK, pandai membaca dan sebagainya.

“Kita menolak keras! Memangnya TK telah menjadi bagian dari wajib belajar sembilan tahun. Ini seakan menjadikan TK sebagai pendidikan formal. Kalau begitu apa gunanya guru, kan mereka yang nantinya mengajarkan anak SD agar bisa membaca dan menulis,” tukas Yunasti.

Pungutan Berdasarkan Kesepakatan

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Nur Amin mengatakan sesuai dengan ketentuan UU Sisdiknas No 20 tahun 2003 tentang pendidikan, bahwa ada tiga kekuatan yang mesti berperan untuk memajukan pendidikan yaitu pemerintah, sekolah dan masyarakat. Berdasarkan hal itu, pihak sekolah sah saja untuk melakukan pungutan uang kepada siswa, tentunya berdasarkan kesepakatan ketiga pihak.

“Jika memang berdasarkan kesepakatan seluruh unsur tidak ada permasalahan, hanya saja untuk pengadaan pakaian sekolah, tidak ada paksaan bagi siswa baru. Jika memang siswa telah memiliki seragam kakaknya, silahkan gunakan. Hal tersebut juga telah diatur dalam petunjuk teknis (Juknis) PSB Online tahun ini,” ujarnya.

Meskipun demikian jumlah pemungutan tetap ada pembatasan saat ini masih berdasarkan ketentuan tahun lalu. Untuk SMA, maksimal pungutan sebanyak Rp1 juta sedangkan SMP Rp500 ribu, dan tidak ada pungutan untuk siswa SD. (az/ni

Sumber : Padang Ekspres, Senin/7 Juli 2008

 
Berita Info PSB Online 2008 Lainnya
. Aplikasi Aneka Tunjangan
. Jangan Takut!, PSB Tahap 2 Menanti
. MTs dan MAN Diserbu Ratusan Calon Siswa Baru
. 7.902 Siswa Tak Tertampung Sekolah Negeri
. Penerimaan Siswa Baru Internasional dan Reguler SMP Negeri 8 Padang
. UNDUR JAM PENDAFTARAN DI SEKOLAH SNMPTN
. SMKN 4 Padang Miliki Jurusan Khusus Mempelajari Pembuatan Web dan Animasi
. Tahun Ajaran Baru, SMKN 9 Padang Buka Jurusan Patiseri
. Surat Edaran Masa Orientasi Siswa
. Tak Mau Menganggur, Masuk Saja SMK
Pengaduan B O S


Saran, Kritik dan Pengaduan masalah Bantuan Operasional Sekolah [ KLIK DISINI ]
Arsip Berita
September 2007
Oktober 2007
Nopember 2007
Februari 2008 35 
Maret 2008 55 
April 2008 46 
Mei 2008 44 
Juni 2008 50 
Juli 2008 49 
Agustus 2008 49 
September 2008 53 
Oktober 2008 25 
Nopember 2008 74 
Desember 2008 62 
Januari 2009 46 
Februari 2009 15 
Maret 2009
April 2009
Mei 2009 11 
Juni 2009
Oktober 2009
Nopember 2009
Desember 2009
Januari 2010
Februari 2010 14 
Maret 2010
April 2010
Mei 2010
Juni 2010
Juli 2010
Agustus 2010
September 2010
Nopember 2010
Desember 2010
Februari 2011
Maret 2011
April 2011
Juni 2011
Juli 2011
Agustus 2011
September 2011
Oktober 2011
Nopember 2011 12 
Desember 2011 17 
Januari 2012
Februari 2012
Maret 2012
April 2012
Mei 2012 12 
Juni 2012 10 
Juli 2012
Agustus 2012
September 2012
Oktober 2012 12 
Nopember 2012 18 
Desember 2012
Januari 2013 11 
Februari 2013
Maret 2013
April 2013
Mei 2013 20 
Juni 2013
Juli 2013 16 
Agustus 2013
September 2013 13 
Oktober 2013
Nopember 2013 12 
Desember 2013
Januari 2014
Februari 2014
Maret 2014 12 
April 2014 11 
Mei 2014 12 
Juni 2014 15 
Juli 2014
Agustus 2014
September 2014
Oktober 2014
Nopember 2014
Desember 2014
Januari 2015
Februari 2015
Maret 2015
April 2015
Mei 2015 10 
Juni 2015 10 
Juli 2015
Agustus 2015 13 
September 2015 17 
Oktober 2015 14 
Nopember 2015 28 
Desember 2015 17 
Januari 2016 10 
Februari 2016 10 
Maret 2016 15 
April 2016 11 
Mei 2016 14 
Juni 2016 15 
Juli 2016 14 
Agustus 2016 11 
September 2016 10 
Oktober 2016
Nopember 2016 13 
Desember 2016 11 
Januari 2017
Februari 2017
Maret 2017
April 2017
Mei 2017
Juni 2017
Juli 2017
Agustus 2017
September 2017
Oktober 2017
Desember 2017
Januari 2018
Februari 2018
Maret 2018
April 2018
Mei 2018
Juni 2018
Juli 2018
Agustus 2018
September 2018
Desember 2018
Januari 2019
Februari 2019
April 2019
Juni 2019
Juli 2019

Fatal error: Cannot redeclare themeplugin() (previously declared in /home/diknaspa/public_html/themes/diknas3/theme.php:7) in /home/diknaspa/public_html/themes/diknas3/theme.php on line 46